-
stupido ritmo (by : float)
You and I painting rainbows when no rain falls on our wall
smelling raindrops on a hilltop as they fall
you and I laughing loudly with no reasons in our walk
chasing sunsets… dancing minuet in the dark
why don’t we just disappear
if that could keep us here?
You and I sharing snow fall and the beach sand in our thoughts
writing love words with our whispers in our hearts
you and I stealing kisses from each other when we fight
making wishes on the same star every night
Why don’t we just dream away
if that could make us stay?
why can’t we just dream away?
we’re not real… anyway
Why don’t we just stay this high?
pretend we’re all that fly
why can’t we just stay this high?
we might rule our own sky
You and I singing solo our very own silly song
playing lovers of all edens all life long
- one of my favorite song
-
kisah kerbau dan burung jalak
Aku hanya seekor burung jalak, dan dia hanya seekor kerbau.. Awalnya kami tak saling mengenal, bahkan tak bertegur sapa..
Hingga di satu matahari terbit bersama biru mudanya langit dan merdunya kicauan burung.. Kami saling bertatap mata.. Perlahan mendekatkan diri..
Keesokan harinya, aku hinggap di dahan yang semakin dekat dengan keberadaan dirinya.. dia pun makan di rerumputan yang semakin dekat..
Aku tersipu, aku tau.. dia? aku tak tahu.. tapi kurasakan debarannya untukku, matanya yang seakan menarik dan memanggilku mendekati..
matahari telah terbit untuk ke tujuh kalinya, setelah pertemuan pertama kami.. akhirnya aku hinggap di punggungnya, lalu saling menyapa sebentar sambil lalu..
Keesokan harinya lagi, kami mulai bercengkerama bersama.. saling bercerita kisah lama.. menikmati cerahnya hari, hingga sekeliling terasa lebih indah dibanding sebelumnya..
Hubungan simbiosis mutualisme mulai tercipta seiring berjalannya waktu tanpa kami sadari.. Setiap hari kami bertatap muka dan berucap janji “sampai jumpa kembali di setiap terbitnya matahari”
Hari terus bergulir, silih berganti.. Hingga sekumpulan dia harus berpindah tempat.. Aku menangis sejadi-jadinya.. Ingin aku mengikutinya, tapi aku tak bisa meninggalkan keluargaku..
Dia pergi, lalu aku menyendiri di kegelapan.. Ruangan yang tak pernah kumasuki sebelumnya.. Hingga aku sesak nafas.. Mengingat semua kenangan indah berdua..
Beberapa hari kemudian, seberkas cahaya memasuki ruangan.. Menyapa diriku yang terkulai lemas.. Rupanya matahari.. yang telah mempertemukan aku dan dia..
Aku lalu menyadari sesuatu, bagaimanapun buruknya masih tersisa matahari.. Matahari yang akan selalu sama.. Dimanapun kami berada..
Terima kasih matahari, aku akan mendoakan kepergiannya.. Pertemukanlah kami kembali suatu hari nanti.. Di terbitmu yang ke-100 bahkan 1000.. Aku menunggu..(natashacheria. 03062011)
-
Habis gelap terbitlah terang
dalam ruangan gelap terhimpit tanpa ruang…
derap langkah terus mendekat lalu hilang kembali…
kesesakan semu atau hanya mimpi yang terus berulang…
mimpi yang kandas sebelum dijalani…
pikiran tertuang ke dalam secangkir kopi hari ini…
menyemangati dari setiap kepulan asapnya…
lalu lenyap bersama embun yang menemani pagi…
pagikah dirimu?
atau hanya fatamorgana matahari yang melintasi bawah sadarku?
(natasha cheria. 21122011)
-

-


